Motif Batik Keong

Rp300,000.00

Bosan dengan motif batik yang gitu gitu aja ?? Kami Solusinya….

Segera pesan batik dikami, bisa request motif, dan dijamin nggak ada yang nyamain..

 

Deskripsi kain

Bahan : Kain Mori Prima

Jenis : Batik Tulis

Pewarnaan : Pewarna Sintetis

Ukuran : 200cm x 110cm

 

Motif keong ditemukan pada beberapa motif batik klasik Jogja. Dinamakan “keong” oleh orang-orang Jawa karena bentuknya yang membulat dengan ujung berliuk menyerupai hewan keong. Desain motif batik ini sebetulnya lebih banyak dipengaruhi kebudayaan Timur Tengah (Persia-India). Di dunia, motif sejenis ini disebut dikenal juga dengan nama motif paisley, dan sangat populer sejak abad 18-19.

Rasa ketenangan, effekt kelembutan, keichlasan dan rasa kesetiaan biasanya dapat ditunjukkan melalui pemakaian warna ini. Warna biru biasanya dapat kita temukan dalam motif batik klassik dari Yogyakarta.

 

Kain mori adalah kain tenun berwarna putih yang terbuat dari kapas. Ada dua jenis kain mori yang sering dijadikan kain batik yaitu : kain mori yang telah mengalami proses pemutihan (bleaching) dan kain mori yang belum diputihkan yang biasa disebut kain blacu.

Batik sebagian menggunakan bahan mori sebagai bahan utama yang mudah diproses. Kualitas kain mori sangat tampak pada kehalusan tekstur kain, sehingga kain mori tersebut selain dari cara membatik dari proses pembatikan juga akan mempengaruhi kualitas batik yang dihasilkan.

 

Kain Mori Prima merupakan kain mori yang mempunyai kualitas kedua setelah mori primissima. Kain mori ini biasanya juga digunakan untuk membuat batik tulis maupun batik cap. Susunan atau konstruksi prima menggunakan benang Ne 36-46 dan jenis mori ini mengandung kanji kurang lebih 10%.

SKU: IMK010 Category:

Description

Bosan dengan motif batik yang gitu gitu aja ?? Kami Solusinya….

Segera pesan batik dikami, bisa request motif, dan dijamin nggak ada yang nyamain..

 

Deskripsi kain

Bahan : Kain Mori Prima

Jenis : Batik Tulis

Pewarnaan : Pewarna Sintetis

Ukuran : 200cm x 110cm

 

Motif keong ditemukan pada beberapa motif batik klasik Jogja. Dinamakan “keong” oleh orang-orang Jawa karena bentuknya yang membulat dengan ujung berliuk menyerupai hewan keong. Desain motif batik ini sebetulnya lebih banyak dipengaruhi kebudayaan Timur Tengah (Persia-India). Di dunia, motif sejenis ini disebut dikenal juga dengan nama motif paisley, dan sangat populer sejak abad 18-19.

Rasa ketenangan, effekt kelembutan, keichlasan dan rasa kesetiaan biasanya dapat ditunjukkan melalui pemakaian warna ini. Warna biru biasanya dapat kita temukan dalam motif batik klassik dari Yogyakarta.

 

Kain mori adalah kain tenun berwarna putih yang terbuat dari kapas. Ada dua jenis kain mori yang sering dijadikan kain batik yaitu : kain mori yang telah mengalami proses pemutihan (bleaching) dan kain mori yang belum diputihkan yang biasa disebut kain blacu.

Batik sebagian menggunakan bahan mori sebagai bahan utama yang mudah diproses. Kualitas kain mori sangat tampak pada kehalusan tekstur kain, sehingga kain mori tersebut selain dari cara membatik dari proses pembatikan juga akan mempengaruhi kualitas batik yang dihasilkan.

 

Kain Mori Prima merupakan kain mori yang mempunyai kualitas kedua setelah mori primissima. Kain mori ini biasanya juga digunakan untuk membuat batik tulis maupun batik cap. Susunan atau konstruksi prima menggunakan benang Ne 36-46 dan jenis mori ini mengandung kanji kurang lebih 10%.

Additional information

Weight 1.5 kg
Dimensions 21 x 14 x 6 m